Laman

Selasa, 25 November 2014

Sejarah Panjang Hari Guru Nasional : 25 Nopember.


25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional. Hal itu ditetapkan oleh pemerintah Republik Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994.

Namun, ada sejarah panjang hingga akhirnya 25 November terpilih sebagai Hari Guru Nasional. Selain Hari Guru Nasional, 25 November 1945 juga ditetapkan sebagai hari lahir Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

PGRI diawali dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) pada 1912. Organisasi ini bersifat unitaristik yang anggotanya terdiri dari para guru bantu, guru desa, kepala sekolah, dan pemilik sekolah. Dengan latar belakang pendidikan yang berbeda-beda mereka umumnya bertugas di Sekolah Desa dan Sekolah Rakyat Angka Dua. Sejalan dengan keadaan itu, maka selain PGHB berkembang pula organisasi guru bercorak keagamaan, kebangsaan, dan sebagainya.

Dua dekade berselang, nama PGHB diubah menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Perubahan ini mengejutkan pemerintah Belanda, karena kata “Indonesia” yang mencerminkan semangat kebangsaan sangat tidak disenangi oleh Belanda. Sebaliknya, kata “Indonesia” ini sangat didambakan oleh guru dan bangsa Indonesia.

Kesadaran kebangsaan dan semangat perjuangan yang sejak lama tumbuh mendorong para guru pribumi memperjuangkan persamaan hak dan posisi dengan pihak Belanda. Hasilnya antara lain adalah Kepala HIS yang dulu selalu dijabat orang Belanda, satu per satu pindah ke tangan orang Indonesia.

Semangat perjuangan ini makin berkobar dan memuncak pada kesadaran dan cita-cita kesadaran. Perjuangan guru tidak lagi perjuangan perbaikan nasib, tidak lagi perjuangan kesamaan hak dan posisi dengan Belanda, tetapi telah memuncak menjadi perjuangan nasional dengan teriak “merdeka.”

Sayang, pada zaman pendudukan Jepang segala organisasi dilarang dan sekolah ditutup sehingga PGI tidak dapat lagi melakukan aktivitas. Namun, semangat proklamasi 17 Agustus 1945 menjadi dasar PGI untuk menggelar Kongres Guru Indonesia pada 24–25 November 1945 di Surakarta.

Melalaui kongres ini, segala organisasi dan kelompok guru yang didasarkan atas perbedaan tamatan, lingkungan pekerjaan, lingkungan daerah, politik, agama, dan suku, sepakat dihapuskan. Mereka adalah guru-guru yang aktif mengajar, pensiunan yang aktif berjuang, dan pegawai pendidikan Republik Indonesia yang baru dibentuk.

Di dalam kongres inilah, tepatnya pada 25 November 1945, PGRI didirikan. Maka, sebagai penghormatan kepada para guru, pemerintah menetapkan hari lahir PGRI tersebut sebagai Hari Guru Nasional dan diperingati setiap tahun.


Penulis : Margaret Puspitarini
Sumber : news.okezone.com, Selasa, 25 November 2014 - 00:05 wib 

Kamis, 06 November 2014

Head to head : Gatotkaca Legenda Manusia Perkasa Putera Bima : Versi India vs Versi Indonesia !


Anda mengenal kisah pewayangan ?
Anda mengetahui ada kisah manusia bisa terbang ?
Anda mengetahui ada bayi yang di akselerasi menjadi manusia dewasa dalam waktu singkat ?
Jika anda menjawab ya di semua pertanyaan di atas, anda pasti anda mengenal tokoh Gatotkaca, manusia perkasa dalam kisah pewayangan kita, jauh sebelum kemunculan "tokoh fiktif" semacam Superman, Batman, atau Iron Man.

Bangsa kita telah menciptakan tokoh manusia bisa terbang, dengan kemampuan "otot kawat balung wesi", kebal terhadap segala senjata, bisa terbang, dan aneka kemampuan lain. Banyak dari kita mengetahui bahwa Kisah Mahabarata, memang dari India, namun dengan kecerdasan imajinasi nenek moyang kita, kita bisa menciptakan sosok yang sama namun memiliki keunggulan yang sangaaaat jauuuh berbeda dari aslinya.

Artikel ini anda saya ajak membandingkan tokoh kita Gatotkaca versi Indonesia dan versi India, mana yang lebih hebat, anda yang menilai.


Gatotkaca atau  Ghaṭotkacha ?


Ghatotkacha membunuh Alambusha

Gatotkaca (Dewanagari: घटोत्कच; IAST: Ghaṭotkacha) adalah seorang tokoh dalam wiracarita Mahabharata, putra Bimasena (Bima) atau Wrekodara dari keluarga Pandawa. Ibunya bernama Hidimbi (Harimbi), berasal dari bangsa rakshasa. 

Dalam bahasa Sanskerta, nama Ghatotkacha secara harfiah bermakna "memiliki kepala seperti kendi". Nama ini terdiri dari dua kata, yaitu ghaṭ(tt)am yang berarti "buli-buli" atau "kendi", dan utkacha yang berarti "kepala". Nama ini diberikan kepadanya karena sewaktu lahir kepalanya konon mirip dengan buli-buli atau kendi.


Di Indonesia, Gatotkaca menjadi tokoh pewayangan yang sangat populer. Misalnya dalam pewayangan Jawa, ia dikenal dengan sebutan Gatutkaca (bahasa Jawa: Gathutkaca). Kesaktiannya dikisahkan luar biasa, antara lain mampu terbang di angkasa tanpa menggunakan sayap, serta terkenal dengan julukan "otot kawat tulang besi".


Kisah Kelahira Gatotkaca.

  • Kelahiran Gatotkaca versi India.

Berkas:Krishna asking Ghatotkacha to fight Karna.jpg
Gatotkaca (kiri) menghadap Kresna dan Arjuna. 
Ilustrasi dari Mahabharata terbitan Gorakhpur Geeta Press
Perhatikan ia memiliki "ikat rambut seperti Upin-ipin"

Menurut versi Mahabharata, Gatotkaca adalah putra Bimasena dari keluaga Pandawa yang lahir dari seorang rakshasa perempuan bernama Hidimbi. Hidimbi sendiri merupakan raksasa penguasa sebuah hutan; tinggal bersama kakaknya yang bernama Hidimba (dalam pewayangan Jawa, ibu Gatotkaca lebih terkenal dengan sebutan Arimbi. Menurut versi ini, Arimbi bukan sekadar penghuni hutan biasa, melainkan putri dari Kerajaan Pringgadani, negeri bangsa rakshasa).


  • Kelahiran Gatotkaca versi Indonesia (Jawa).



Kisah kelahiran Gatotkaca dikisahkan secara tersendiri dalam pewayangan Jawa. Namanya sewaktu masih bayi adalah Jabang Tetuka. Sampai usia satu tahun tali pusarnya belum bisa dipotong walau menggunakan senjata apa pun. 

Arjuna (adik Bimasena) pergi bertapa untuk mendapatkan petunjuk dewa demi menolong nasib keponakannya itu. Namun pada saat yang sama Karna, panglima Kerajaan Hastina juga sedang bertapa mencari senjata pusaka. 

Karena wajah keduanya mirip, Batara Narada selaku utusan kahyangan memberikan senjata Kontawijaya kepada Karna, bukan kepada Arjuna. Setelah menyadari kesalahannya, Narada pun menemui Arjuna yang sebenarnya. Arjuna lalu mengejar Karna untuk merebut senjata Konta.

Pertarungan pun terjadi. Karna berhasil meloloskan diri membawa senjata Konta, sedangkan Arjuna hanya berhasil merebut sarung pembungkus pusaka tersebut. Namun sarung pusaka Konta terbuat dari Kayu Mastaba yang ternyata bisa digunakan untuk memotong tali pusar Tetuka.

Akan tetapi keajaiban terjadi. Kayu Mastaba musnah dan bersatu dalam perut Tetuka. Kresna yang ikut serta menyaksikannya berpendapat bahwa pengaruh kayu Mastaba akan menambah kekuatan bayi Tetuka. Namun ia juga meramalkan bahwa kelak Tetuka akan tewas di tangan pemilik senjata Konta.


Dengan kehendak dewa-dewa, bayi Gatotkaca itu dimasak seperti bubur dan diisi dengan segala kesaktian; karena itu Raden Gatotkaca berurat kawat, bertulang besi, berdarah gala-gala, dapat terbang di awan dan duduk di atas awan yang melintang. Kecepatan Gatotkaca pada waktu terbang di awan bagai kilat dan liar bagai halilintar.

Tetuka kemudian dipinjam Narada untuk dibawa ke kahyangan yang saat itu sedang diserang musuh bernama Patih Sekipu dari Kerajaan Trabelasuket. Ia diutus rajanya yang bernama Kalapracona untuk melamar bidadari bernama Batari Supraba. Bayi Tetuka dihadapkan sebagai lawan Sekipu. Anehnya, semakin dihajar bukannya mati, Tetuka justru semakin kuat.

Karena malu, Sekipu mengembalikan Tetuka kepada Narada untuk dibesarkan saat itu juga. Narada kemudian menceburkan tubuh Tetuka ke dalam kawah Candradimuka, di Gunung Jamurdipa. Para dewa kemudian melemparkan berbagai jenis senjata pusaka ke dalam kawah. Beberapa saat kemudian, Tetuka muncul ke permukaan sebagai seorang laki-laki dewasa. Segala jenis pusaka para dewa telah melebur dan bersatu ke dalam dirinya.

Tetuka kemudian bertarung melawan Sekipu dan berhasil membunuhnya menggunakan gigitan taringnya. Kresna dan para Pandawa saat itu datang menyusul ke kahyangan. Kresna kemudian memotong taring Tetuka dan menyuruhnya berhenti menggunakan sifat-sifat kaum raksasa.


Batara Guru raja kahyangan menghadiahkan seperangkat pakaian pusaka, yaitu Caping Basunanda, Kotang Antrakusuma, dan Terompah Padakacarma untuk dipakai Tetuka, yang sejak saat itu diganti namanya menjadi Gatotkaca. Dengan mengenakan pakaian pusaka tersebut, Gatotkaca mampu terbang secepat kilat menuju Kerajaan Trabelasuket dan membunuh Kalapracona.


Pernikahan Gatotkaca.

  • Pernikahan Gatotkaca versi India.
Dalam versi Mahabharata, Gatotkaca menikahi Ahilawati, gadis dari Kerajaan Naga dan mempunyai anak bernama Barbarika. Dalam versi pewayangan Jawa, Gatotkaca menikah dengan sepupunya, yaitu Pergiwa, putri Arjuna. Ia berhasil menikahi Pergiwa setelah melalui perjuangan berat, yaitu menyingkirkan saingannya, bernama Laksmana Mandrakumara, putra Duryodana dari keluarga Korawa. Dari perkawinannya dengan Pergiwa, Gatotkaca memiliki putra bernama Sasikirana, yang menjadi panglima perang Hastinapura pada masa pemerintahan Prabu Parikesit, putra Abimanyu atau cucu Arjuna. Versi lain mengisahkan, Gatotkaca memiliki dua orang istri lagi selain Pregiwa, yaitu Suryawati dan Sumpaniwati. Dari keduanya masing-masing lahir Suryakaca dan Jayasumpena.


  • Pernikahan Gatotkaca versi Indonesia.

Tersebut dalam cerita, Raden Gatotkaca seorang kesatria yang tak pernah bersolek, hanya berpakaian bersahaja, jauh dari wanita. Tetapi setelah Gatotkaca melihat puteri Raden Arjuna, Dewi Pregiwa, waktu diiring oleh Raden Angkawijaya, Raden Gatotkaca jatuh hati lantaran melihat puteri itu berhias serba bersahaja. Berubah tingkah Raden Gatotkaca ini diketahui oleh ibunya (Dewi Arimbi) dengan sukacita dan menuruti segala permintaan Raden Gatotkaca. Kemudian Gatotkaca menikah dengan sepupunya, yaitu Pregiwa putri Arjuna.

Ia berhasil menikahi Pregiwa setelah melalui perjuangan berat, yaitu menyingkirkan saingannya, bernama Laksmana Mandrakumara putra Duryudana dari keluarga Korawa.

Dari perkawinan Gatotkaca dengan Pregiwa lahir seorang putra bernama Sasikirana. Ia menjadi panglima perang Kerajaan Hastina pada masa pemerintahan Parikesit, putra Abimanyu atau cucu Arjuna.

Gatotkaca memiliki dua orang istri lagi selain Pregiwa, yaitu Suryawati dan Sumpaniwati. Dari keduanya masing-masing lahir Suryakaca dan Jayasumpena.


Gatotkaca Menjadi Seorang Raja di Pringondani.


Gatotkaca versi Jawa adalah manusia setengah raksasa, namun bukan raksasa hutan. Ibunya adalah putri Prabu Tremboko dari Kerajaan Pringgadani. Tremboko tewas di tangan Pandu ayah para Pandawa akibat adu domba yang dilancarkan Sangkuni. Ia kemudian digantikan oleh anak sulungnya yang bernama Arimba. Arimba sendiri tewas di tangan Bimasena pada saat para Pandawa membangun Kerajaan Amarta. Takhta Pringgadani kemudian dipegang oleh Arimbi yang telah diperistri Bima. Suksesi kepemimpinan kelak diserahkan kepada putra mereka setelah dewasa.

Arimbi memiliki lima orang adik bernama Brajadenta, Brajamusti, Brajalamadan, Brajawikalpa, dan Kalabendana. Brajadenta diangkat sebagai patih dan diberi tempat tinggal di Kasatrian Glagahtinunu. Sangkuni dari Kerajaan Hastina datang menghasut Brajadenta bahwa takhta Pringgadani seharusnya menjadi miliknya, bukan milik Gatotkaca. Akibat hasutan tersebut, Brajadenta memberontak untuk merebut takhta dari tangan Gatotkaca yang baru saja dilantik sebagai raja. Brajamusti yang memihak Gatotkaca bertarung menghadapi Brajadenta. Kedua raksasa tersebut tewas bersama. Roh mereka menyusup masing-masing ke dalam kedua telapak tangan Gatotkaca, sehingga menambah kesaktian keponakan mereka tersebut. Setelah peristiwa itu, Gatotkaca mengangkat Brajalamadan sebagai patih baru, dengan gelar Patih Prabakiswa.


Kematian Gatotkaca.
  • Kematian Gatotkaca versi India.
Kematian Gatotkaca terdapat dalam jilid ketujuh kitab Mahabharata yang berjudul Dronaparwa, pada bagian Ghattotkacabadhaparwa. Ia dikisahkan gugur dalam perang di Kurukshetra pada malam hari ke-14. Perang besar tersebut adalah perang saudara antara keluarga Pandawa melawan Korawa.

Aksi Gatotkaca versi India dalam film Mahabharata Produksi Star TV.




Mahabharata mengisahkan, sebagai seorang raksasa, Gatotkaca memiliki kekuatan luar biasa terutama pada malam hari. Setelah kematian Jayadrata di tangan Arjuna, pertempuran seharusnya dihentikan untuk sementara karena senja telah tiba. Namun Gatotkaca menghadang pasukan Korawa saat mereka dalam perjalanan menuju perkemahan mereka. Pertempuran berlanjut; semakin malam, kesaktian Gatotkaca semakin meningkat. Banyak prajurit Korawa yang dibunuhnya. Seorang sekutu Korawa dari bangsa rakshasa bernama Alambusa maju menghadapinya. Gatotkaca menghajarnya dengan kejam karena Alambusa telah membunuh sepupunya, yaitu Irawan putra Arjuna pada pertempuran hari kedelapan. Tubuh Alambusa ditangkap dan dibawa terbang tinggi, kemudian dibanting ke tanah sampai hancur berantakan.

Berkas:Death of Gatotkacha 3.jpg
Ilustrasi kematian Gatotkaca, 
diambil dari kitab Mahabharata yang ditulis ulang oleh Ramanarayanadatta Astri.

Duryodana, pemimpin Korawa merasa ngeri melihat keganasan Gatotkaca. Ia memaksa Karna menggunakan senjata pusaka Indrastra pemberian Dewa Indra yang bernama Vasavishakti (senjata Konta menurut pewayangan Jawa) untuk membunuh rakshasa itu. Semula Karna menolak karena pusaka tersebut hanya bisa digunakan sekali saja dan akan dipergunakannya untuk membunuh Arjuna. Karena terus didesak, akhirnya Karna melemparkan pusakanya ke arah Gatotkaca. Menyadari ajalnya sudah dekat, Gatotkaca memikirkan cara untuk membunuh prajurit Korawa dalam jumlah besar sekaligus sekali serang. Gatotkaca pun memperbesar ukuran tubuhnya sampai ukuran maksimal dan kemudian roboh menimpa ribuan prajurit Korawa setelah senjata pamungkas Karna menembus dadanya. Pandawa sangat terpukul dengan gugurnya Gatotkaca. Dalam barisan Pandawa, hanya Kresna yang tersenyum melihat kematian Gatotkaca. Ia gembira karena Karna telah kehilangan pusaka andalannya sehingga nyawa Arjuna dapat dikatakan aman.

  • Kelahiran Gatotkaca versi Indonesia (Jawa).
Perang di Kurukshetra dalam pewayangan Jawa biasa disebut dengan nama Baratayuda. Kisahnya diadaptasi dan dikembangkan dari naskah Kakawin Bharatayuddha yang ditulis tahun 1157 pada zaman Kerajaan Kadiri. Versi pewayangan mengisahkan, Gatotkaca sangat akrab dengan sepupunya yang bernama Abimanyu, putra Arjuna. Abimanyu menikah dengan Utari putri Kerajaan Wirata, setelah ia mengaku masih perjaka. Kenyataannya, Abimanyu telah menikah dengan Sitisundari putri Kresna. Sitisundari yang dititipkan di istana Gatotkaca mendengar kabar bahwa suaminya telah menikah lagi. Paman Gatotkaca yang bernama Kalabendana datang menemui Abimanyu untuk mengajaknya pulang (Kalabendana adalah adik bungsu Arimbi yang berwujud raksasa bulat kerdil tapi berhati polos dan mulia). Hal itu membuat Utari merasa cemburu. Abimanyu terpaksa bersumpah bahwa jika dirinya memang telah beristri selain Utari, maka ia rela mati dikeroyok musuhnya di kemudian hari. Kalabendana menemui Gatotkaca untuk melaporkan sikap Abimanyu. Gatotkaca justru memarahi Kalabendana yang dianggapnya lancang mencampuri urusan rumah tangga sepupunya itu. Karena terlalu marah, Gatotkaca memukul kepala Kalabendana. Mekipun perbuatan tersebut dilakukan tanpa sengaja, namun pamannya itu tewas seketika.

Ketika perang Baratayuda meletus, Abimanyu benar-benar tewas dikeroyok para Korawa pada hari ke-13. Pada hari ke-14, Arjuna berhasil membalas kematian putranya itu dengan cara memenggal kepala Jayadrata. Duryodana sangat sedih atas kematian Jayadrata, adik iparnya sendiri. Ia memaksa Karna menyerang perkemahan Pandawa pada malam itu juga. Karna berangkat meskipun hal itu melanggar peraturan perang. Setelah tahu bahwa para Korawa melancarkan serangan malam, pihak Pandawa mengirim Gatotkaca untuk menghadang. Gatotkaca sengaja dipilih karena Kotang Antrakusuma yang ia pakai mampu memancarkan cahaya terang benderang. Gatotkaca berhasil menewaskan sekutu Korawa yang bernama Lembusa. Sementara itu dua pamannya, yaitu Brajalamadan dan Brajawikalpa, tewas di tangan musuh mereka, masing-masing bernama Lembusura dan Lembusana.

Gatotkaca berhadapan dengan Karna, pemilik senjata Kontawijaya. Ia menciptakan kembaran dirinya sebanyak seribu orang sehingga membuat Karna merasa kebingungan. Atas petunjuk ayahnya, yaitu Batara Surya, Karna berhasil menemukan Gatotkaca yang asli. Ia pun melepaskan senjata Konta ke arah Gatotkaca. 


Gatotkaca mencoba menghindar dengan cara terbang setinggi-tingginya. Namun arwah Kalabendana tiba-tiba muncul menangkap Kontawijaya sambil menyampaikan berita dari kahyangan bahwa ajal Gatotkaca telah ditetapkan malam itu. Gatotkaca yang pasrah terhadap takdirnya berpesan supaya mayatnya bisa digunakan untuk membunuh musuh. Kalabendana setuju, kemudian menusuk pusar Gatotkaca menggunakan senjata Konta. 

Pusaka itu melebur dengan sarungnya, yaitu kayu mastaba yang masih tersimpan di dalam perut Gatotkaca. Setelah Gatotkaca gugur, arwah Kalabendana melemparkan jenazahnya ke arah Karna. Karna berhasil melompat sehingga lolos dari maut. Namun keretanya hancur berkeping-keping akibat tertimpa tubuh Gatotkaca. Pecahan kereta tersebut melesat ke segala arah dan menewaskan para prajurit Korawa yang berada di sekitarnya.

Penyusun : Yohanes Gitoyo, S Pd.
Sumber :
  1. http://id.wikipedia.org/wiki/Gatotkaca
  2. https://www.facebook.com/notes/wayang-nusantara-indonesian-shadow-puppets/

Rabu, 29 Oktober 2014

Inilah Profil Susi Pudjiastuti, Srikandi Dalam Menteri Kabinet Kerja Joko Widodo.


Pakar Komunikasi politik Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Dr Antar Venus menyebutkan figur Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sebagai sosok "problem solving" di bidangnya sehingga memiliki kapasitas untuk menjadi motor penggali potensi kelautan dan perikanan Indonesia.

"Sosok Susi Pudjiastuti bukan orang baru dalam pengembangan potensi kelautan dan perikanan, berasal dari daerah nelayan Pangandaran ia tahu betul potensi kelautan. Seperti beberapa menteri dari kalangan profesional lainnya dia problem solving," kata Antar Venus ketika dihubungi Antara dari Bandung, Minggu (26/10).

Perempuan asal Pangandaran, Jawa Barat, ini menggantikan posisi Sharif Cicip Sutarjo pada Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 2009-2014.

Menurut Antar Venus, Susi merupakan sosok pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan serta pengusaha penerbangan perintis, di sejumlah daerah di Indonesia khususnya di Indonesia Timur.

Selain itu, menurut dia, sosok wanita kelahiran Pangandaran, 15 Januari 1965 tersebut memiliki komitmen kuat dalam pengembangan kelautan dan perikanan. Ia juga memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan hidup.

Dalam beberapa kiatnya, sosok Susi merupakan sosok yang memiliki komitmen kepada perubahan sehingga bisa memberi warna bahkan terobosan di kementerian yang dipimpinnya itu.

Harapan yang sama juga disampaikan oleh tokoh Jabar dan Ketua DPW Partai Nasdem Jabar, Eka Santosa yang menyebutkan sosok Susi Pudjiastuti merupakan sosok yang memiliki komitmen kuat terhadap sektor kelautan dan perikanan.

"Ia berkiprah mengembangkan sektor perikanan dan kelautan dari Pangandaran ke tingkat nasional. Saya kenal ia sosok yang punya komitmen," kata Eka Santosa.

Sebelumnya pada Kamis, (23/10), Susi dipanggil Presiden Joko Widodo ke Istana Negara, tetapi saat itu Susi tidak memberikan alasan yang jelas atas pemanggilan dirinya tersebut. 

Susi Pudjiastuti yang bersuamikan Christian von Strombeck, seorang pria berkewarganegaraan Jerman, sebelumnya sudah malang melintang di dunia wirausaha, namun belum sekalipun terlibat dalam kegiatan politik.

Dia sempat menjabat "Board of Directors" HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) bidang hubungan dalam negeri dan Ketua Komisi Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah di Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN).


"Kalau saya disuruh berubah, 
seperti birokrat, seperti ibu-ibu manis yang feminis, ya enggak bisa"
Susi Pudjiastuti

Perlu diketahui Susi Pudjiastuti adalah pengusaha pemilik dan Presdir PT ASI Pudjiastuti Marine Product, eksportir hasil-hasil perikanan dan PT ASI Pudjiastuti Aviation atau penerbangan Susi Air dari Jawa Barat. Hingga awal tahun 2012, Susi Air mengoperasikan 50 pesawat dengan berbagai tipe seperti 32 Cessna Grand Caravan, 9 Pilatus PC-6 Porter dan 3 Piaggio P180 Avanti. Susi Air mempekerjakan 180 pilot, dengan 175 di antaranya merupakan pilot asing. Tahun 2012 Susi Air menerima pendapatan Rp300 miliar dan melayani 200 penerbangan perintis.


Kisah Rintisan Usaha Susi Pudjiastuti.


Jauh sebelum dikenal publik sebagai menteri, Susi Pudjiastuti sudah cukup dikenal di kalangan pengusaha UKM. Dia sering diundang untuk memberikan sharing, berbagi pengalaman sukses mengembangkan bisnis, antara lain, dihadapan komunitas bisnis Tangan Di Atas (TDA).

Ayah dan ibunya Susi Pudjiastuti yaitu Haji Ahmad Karlan dan Hajjah Suwuh Lasminah berasal dari Jawa Tengah yang sudah lima generasi lahir dan hidup di Pangandaran. Keluarganya adalah saudagar sapi dan kerbau, yang membawa ratusan ternak dari Jawa Tengah untuk diperdagangkan di Jawa Barat. Kakek buyutnya Haji Ireng dikenal sebagai tuan tanah. Susi hanya memiliki ijazah SMP. Setamat SMP ia sempat melanjutkan pendidikan ke SMA. Namun, di kelas II SMAN Yogyakarta dia berhenti sekolah.

Susi Pudjiastuti  memutuskan untuk berhenti sekolah pada kelas 2 SMA di Jogyakarta. Tentu saja keputusan itu ditentang orang tuanya. "Gara-gara berhenti sekolah, bapak saya sempat satu tahun tidak ngomong dengan saya. Walaupun tinggal satu rumah," ujar Susi yang menguasai bahasa Inggris dengan baik. Mengolah dan memasarkan hasil laut sudah menjadi santapan sehari-hari Susi sejak drop out dari sekolah kelas II SMA. Saat itu, berbekal ijazah SMP, Susi tetap ingin hidup mandiri tanpa nebeng orangtua.

Susi memulai bisnisnya dengan berdagang bed cover keliling di Pangandaran dengan modal Rp 750.000 dan kini pengusaha tangguh ini telah menikmati kesuksesannya lewat kerajaan bisnis perikanan dan penerbangan yang diperkirakan telah mencapai omset puluhan juta dollar AS. Kerja keras pun dilakoni Susi."Awalnya coba-coba jual baju tapi gak laku-laku, terus jualan bed cover, pernah juga jual cengkeh. Tiap hari, keliling naik motor keliling dagangan tapi tetep aja ekonomi seret," kenangnya.

Susi beruntung tinggal di lingkungan keluarga yang sangat demokratis. Bahkan sejak kecil, dia dibebaskan untuk membaca buku-buku tentang apa saja, mulai dari buku-buku tentang tokoh-tokoh terkenal, demokrasi hingga filsafat. "Semua bacaan itu membuka wawasan saya," ujar Susi. Tidak heran, bila sejak remaja Susi terbiasa untuk bersikap independen; mandiri; bertanggungjawab serta bekerja keras. Sikap-sikap positif itulah yang membantunya dalam mengembangkan bisnisnya di bidang perikanan dan penerbangan. Nyatanya, Susi tidak pernah takut untuk memulai bisnis baru dan tidak pernah patah semangat bila menghadapi kegagalan serta selalu memperbaiki diri untuk mencapai kesuksesan.

Hingga, dia menyadari bahwa potensi Pangandaran adalah di bidang perikanan. Sebab setiap hari dia melihat ratusan nelayan membawa ikan ke pantai. Karena tidak memiliki uang, dia terpaksa menjual kalung serta cincin miliknya seharga Rp 750 ribu untuk modal membeli ikan.


"Hari pertama aku jualan 1 kilo ikan, dibeli restoran milik teman. Dari situ modalnya kuputar sampai sekarang," ungkapnya. Dari hanya menjual 1 kilogram, dagangan Susi terus bertambah menjadi 1 truk lobster karena harus memenuhi permintaan restoran-restoran di Jakarta. Dari mulai menyewa truk sampai akhirnya memiliki truk sendiri. Setiap hari Susi berangkat pukul tiga sore dari Pangandaran dan sampai di Jakarta tengah malam."Turunkan dagangan terus langsung balik ke Pangandaran. Kadang saya yang nyopir kalau sopir truknya ngantuk," kenangnya.

Susi Pudjiastuti

Wanita pengagum tokoh Semar dalam dunia pewayangan itu menyatakan sudah tiga kali menikah. Suaminya yang terakhir, Christian von Strombeck merupakan seorang mekanik pesawat asal Perancis. Dari pria itu Susi mendapat ide untuk menggunakan pesawat untuk mengirim lobster ke Jakarta."Kalau pakai truk biasanya separo lobster mati, tapi sejak pakai pesawat bisa hidup semua. Harga lebih tinggi karena fresh," tandasnya.

Kalau bicara soal ekspor perikanan berarti Susi harus mengupayakan agar dia dapat menjual ikan-ikannya dalam keadaan hidup; segar. Bayangkan, udang lobster kalau dalam keadaan hidup bisa dijual Rp 400 ribu/kg; tapi kalau dalam keadaan mati hanya Rp 100.000/kg.

"Tapi tantangannya berat. Yakni, bagaimana mengupayakan agar udang itu bisa sampai ke tangan pembeli dalam waktu 24 jam sejak penangkapan. Sedangkan infrastrukturnya di Indonesia masih belum memadai. Dari Pangadaran ke Jakarta saja menghabiskan waktu sekitar 12 jam. Dalam perjalanan itu, 10 sampai 25 persen udangnya mati. Kalau mati harga udangnya menjadi murah. Kalau udang mati, busuk, malah tidak bisa dijual. Di sinilah perlu terobosan," ujar Susi.

Menurut Susi, terobosan yang dimaksud dia harus punya pesawat sendiri. Pesawat kecil yang bisa landing di bandara lapangan rumput dan bisa menjemput ke tempat-tempat nelayan sehingga bisa mengurangi angka kematian udang serta dapat memenuhi tuntutan standar mutu produk yang diminta pembeli di luar negeri.

"Setelah keliling ke bank-bank, baru pada tahun keempat ada bankir yang percaya dan mau membiayai pembelian pesawat untuk mengangkut udang dan ikan-ikan lainnya. Saya dapat kredit 4,7 juta dollar AS untuk membeli dua pesawat kecil. Syukur dalam waktu tujuh tahun kredit tersebut dapat dilunasi,"ujar Susi.

Pesawat itu dibeli dari uang pinjaman bank. Bukan perkara mudah untuk mendapatkan dana itu. Puluhan bank menertawainya karena tidak semua percaya hasil penjualan ikan bisa untuk membayar cicilan. Padahal waktu itu Susi telah memiliki pabrik pengolahan ikan serta sebuah restoran yang paling terkenal di Pangandaran, The Hilmans."Kita dianggap gila waktu masukin business plan ke bank tahun 2000," sambungnya.

Susi Pudjiastuti. Foto: dok.JPNN

Sampai akhirnya Bank Mandiri mau memberi pinjaman sebesar USD 4,7 juta untuk bangun landasan dan beli dua pesawat, Cessna dan Grand Caravan. Pada 2004, Susi memutuskan membeli sebuah Cessna Caravan seharga Rp20 miliar menggunakan pinjaman bank. Melalui PT ASI Pudjiastuti Aviation yang ia dirikan kemudian, satu-satunya pesawat yang ia miliki itu ia gunakan untuk mengangkut lobster dan ikan segar tangkapan nelayan di berbagai pantai di Indonesia ke pasar Jakarta dan Jepang. Call sign yang digunakan Cessna itu adalah Susi Air.

Namun, baru sebulan dipakai, terjadi bencana tsunami di Aceh. "Tanggal 27 kami berangkatkan satu pesawat untuk membantu. Pesawat kami yang pertama bisa mendarat di Meulaboh. Tanggal 28 kami masuk satu lagi. Kami bawa beras, mi instan, air dan tenda-tenda," ungkapnya.

Awalnya, Susi berniat membantu distribusi bahan pokok secara gratis selama dua minggu saja. Tapi, ketika hendak balik, banyak lembaga non-pemerintah yang memintanya tetap berpartisipasi dalam recovery di Aceh.

"Mereka mau bayar sewa pesawat kami. Satu setengah tahun kami kerja di sana. Dari situ, Susi Air bisa beli satu pesawat lagi. Setelah itu keterusan sewa-sewain, beli pesawat lagi sampai bisa punya 50 pesawat," jelasnya.

Selain bekerja keras, Susi juga bekerja cerdas. Dia selalu mencari terobosan bisnis agar nilai tambah bisnisnya terus meningkat. Pada tahun 1985, Susi mengambil keputusan penting dalam hidupnya, yakni, pindah ke Cirebon. Dia pindah ke kota udang itu mengembangkan bisnis ikannya yang dirintisnya di Pangandaran. Dia pindah hanya membawa anak dan pembantunya, tanpa suami. Alasannya, untuk urusan bisnis dia tidak mau ada dua nakhoda dalam satu perahu.

"Di Cirebon saya memulai sesuatu yang baru. Saya beli udang dan kodok, lalu dijual ke Tanjung Priok. Udang dan kodok itu dibawa dengan truk dan saya ikut dalam truk tersebut. Begitulah kehidupan saya setiap hari. Tapi, saya menjalani dengan enjoy saja," ujar Susi.

Berkat kerja kerasnya, usaha perikanan Susi terus berkembang. Dia merambah sampai ke Sumatera untuk mendapatkan pasokan udang lebih banyak dan lebih baik. Bisnisnya terus berkembang, dan pada 1996 Susi mendirikan pabrik pengolahan ikan PT ASI Pudjiastuti Marine Product dengan produk unggulan berupa lobster dengan merek “Susi Brand”.

Dari segi pemasaran, dia mulai merambah pasar ekspor dengan berkaloborasi dengan pengusaha Jepang. "Saya dapat L/C pertama untuk ekspor ke Jepang pada bulan Mei 1996 lalu, senilai 270 ribu dollar AS," ujar Susi.


Susi Pudjiastuti, Srikandi Srikandi Dalam Menteri Kabinet Kerja Joko Widodo.

"one kilometres runaway bring you to the world, and the world to you"
Susi Pudjiastuti

Mungkin kegigihan, semangat pantang menyerah serta keberanian melakukan terobosan bisnis itulah yang menggoda Presiden Jokowi untuk mempercayai Susi Pudjiastuti menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyempatkan diri untuk memperkenalkan filosofi hidupnya kepada jajaran direktorat jenderal dan kepala bagian di kementerian di sela rapat koordinasi, Selasa (28/10/2014). Apa folosofi Susi tersebut?

"Tadi saya sempat perkenalkan filosofi saya di perusahaan yang saya pimpin sebelumnya, 'one kilometres runaway bring you to the world, and the world to you'," ujar Susi kepada wartawan, Selasa pagi.

Terjemahan bebas filosofi sang menteri yakni berlari satu kilometer membawamu kepada dunia dan dunia akan datang kepadamu. Meski, Susi lebih senang diartikan, berlarilah, maka segalanya akan mudah bagimu.

Filosofinya tersebut, diyakini Susi, relevan dengan persoalan di bidang kelautan dan perikanan Indonesia saat ini. Ruang gerak produk kelautan Indonesia kerap dihambat oleh minimnya infrastruktur penunjang distribusi.

Alhasil, perekonomian nelayan tak kunjung naik, bahkan cenderung menurun. Dia menyontohkan distribusi lobster di Pulau Simeulue, Aceh ke Medan, Sumatera Utara. Dengan jalur laut, waktu yang ditempuh bisa satu malam.

Begitu juga dengan jalur darat yang ditempuh dengan waktu 9 jam. Yang terjadi, lobster banyak mati di jalan dan terpaksa dibuang. "Tapi dengan adanya bandara di Simeulue, kita tarik langsung ke Medan langsung satu jam saja. Ini yang benar," ujar dia.

"Kita mendorong supaya pemerintah daerah itu berinvestasi bangun bandara yang mana bisa membuka (jalur distribusi) menjadi cepat. Bandara itu enggak harus Rp 20 miliar atau Rp 30 miliar, cukup rumput saja," lanjut dia.


Senin, 20 Oktober 2014

Selamat Datang dan Bekerja Pak Jokowi, Presiden Kami Yang Baru !


Wahai presiden kami yang baru
Kamu harus dengar suara ini
Suara yang keluar dari dalam goa
Goa yang penuh lumut kebosanan

Walau hidup adalah permainan
Walau hidup adalah hiburan
Tetapi kami tak mau dipermainkan
Dan kami juga bukan hiburan

Turunkan harga secepatnya
Berikan kami pekerjaan
Pasti kuangkat engkau
Menjadi manusia setengah dewa

Reff:

Masalah moral masalah akhlak
Biar kami cari sendiri
Urus saja moralmu urus saja akhlakmu
Peraturan yang sehat yang kami mau

Tegakkan hukum setegak-tegaknya
Adil dan tegas tak pandang bulu
Pasti kuangkat engkau
Menjadi manusia setengah dewa

Kembali ke: Reff

Turunkan harga secepatnya
Berikan kami pekerjaan
Tegakkan hukum setegak-tegaknya
Adil dan tegas tak pandang bulu
Pasti kuangkat engkau
Menjadi manusia setengah dewa

Wahai presiden kami yang baru
Kamu harus dengar suara ini

Lagu : Manusia 1/2 Dewa 
Pencipta : Iwan Fals 

Iwan Fals - MANUSIA 1/2 DEWA (Official Video)

Sabtu, 18 Oktober 2014

Inilah Makna "Revolusi Mental" Menurut Jokowi.


"Revolusi Mental" merupakan jargon yang diusung presiden terpilih Joko Widodo sejak masa kampanye Pemilu Presiden 2014. Namun, tak banyak penjelasan konkret muncul atas frasa itu. 

Pertanyaan tentang revolusi mental pun mencuat dalam diskusi dengan tajuk jargon tersebut di Balai Kartini, Jumat (17/10/2014). Salah satu jawaban datang dari politisi senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Panda Nababan.

Jawaban itu diawali dengan pengenalan organisasi Serikat Rakyat Miskin Kota (SRMK). Panda mempersilakan anggota organisasi itu berdiri. Lalu, dia berkata, "Mereka ini datang dari jauh. Dulu, Pak Jokowi ini seperti mereka."

Berikutnya, Panda mengatakan, "Tapi Pak Jokowi tidak mau menyerah. Dia bekerja, berusaha, hingga sampai seperti saat ini." Menurut Panda, perjalanan Jokowi dari yang semula seperti profil para anggota SMRK tersebut hingga menjadi presiden terpilih merupakan cuplikan dari konsep revolusi mental itu sendiri.


Diskusi pada Jumat petang tersebut dipandu oleh presenter Najwa Shihab. Jokowi juga hadir di sana. Jawaban atas pertanyaan tentang revolusi mental pun datang dari Jokowi. 

Jokowi memulai jawabannya dengan menyebutkan tentang sebuah keharusan. Menurut dia, revolusi mental berarti warga Indonesia harus mengenal karakter orisinal bangsa. 

Indonesia, sebut Jokowi, merupakan bangsa yang berkarakter santun, berbudi pekerti, ramah, dan bergotong royong. Dia mengatakan, karakter tersebut merupakan modal yang seharusnya dapat membuat rakyat sejahtera.

"Tapi saya juga ndak tahu kenapa, sedikit demi sedikit (karakter) itu berubah dan kita ndak sadar. Yang lebih parah lagi ndak ada yang nge-rem. Yang seperti itulah yang merusak mental," ujar Jokowi.

Perubahan karakter bangsa tersebut, kata Jokowi, merupakan akar dari munculnya korupsi, kolusi, nepotisme, etos kerja tidak baik, bobroknya birokrasi, hingga ketidaksiplinan. Kondisi itu dibiarkan selama bertahun-tahun dan pada akhirnya hadir di setiap sendi bangsa. 

"Oleh sebab itu, saya menawarkan ada sebuah revolusi mental," ujar Jokowi. 


Pendidikan dan penegakan hukum 

Terminologi "revolusi", kata Jokowi, tidak selalu berarti perang melawan penjajah. Menurut dia, kata revolusi merupakan refleksi tajam bahwa karakter bangsa harus dikembalikan pada aslinya.

"Kalau ada kerusakan di nilai kedisiplinan, ya mesti ada serangan nilai-nilai ke arah itu. Bisa mengubah pola pikir, mindset. Titik itulah yang kita serang," ujar Jokowi. 

Satu-satunya jalan untuk revolusi sebagaimana yang dia maksudkan itu, kata Jokowi, adalah lewat pendidikan yang berkualitas dan merata, serta penegakan hukum yang tanpa pandang bulu.

"Kita harus mengembalikan karakter warga negara ke apa yang menjadi keaslian kita, orisinalitas kita, identitas kita," tegas Jokowi. Dia berkeyakinan, dengan komitmen pemerintah yang kuat disertai kesadaran seluruh warga negara, Indonesia dapat berubah ke arah yang lebih baik.


Bagi anda yang ingin mengetahui dan mendalami makna revolusi mental menurut Jokowi, Presiden kita, silahkan download e-booknya di sini :

Sumber : http://indonesiasatu.kompas.com/, Jumat, 17 Oktober 2014, 22:37 WIB

Kamis, 16 Oktober 2014

Inilah Keindahan Pulau Bali Sehingga Bisa Menarik Wisatawan Manca "Berani Membayar Mahal" Berkunjung Ke Sana !


Anda pernah berkunjung ke Pulau Bali ?
Sudah berapa kalikah anda berkunjung ke sana ?
Apakah anda sudah menikmati "keindahan alam Bali" yang sesungguhnya ?

Pertanyaan di atas bagi sebagian orang mungkin dianggap pertanyaan yang konyol, namun berapa kalipun anda berkunjung ke Bali, belum tentu anda mengetahui keindahan alam pulau dewata tersebut. 


Artikel ini khusus menangkap keindahan alam di Pulau Bali saja, untuk keindahan seni dan budayanya anda bisa mencari di sumber yang lain.

Perlu anda ketahui Pulau Bali memiliki sejuta pesona di mata para wisatawan manca negara (termasuk juga wisatawan domestik), sehingga mereka sampai bermimpi-mimpi untuk datang mengunjunginya, bahkan sampai ingin tinggal di sana. 

http://lauraaiisha.com//wp-content/uploads/2013/09/indonesia-bali-map.jpg

Lucunya bahkan saking terkenalnya bahkan mereka tidak tahu "Indonesia", tapi tahu Pulau Bali, perhatikan peta di atas, sampai-sampai letak Pulau Bali dilingkari dan diberi keterangan "tulisan merah"!

http://www.surftravel.com.au/Content/Images/indonesia.jpg

Berikut keindahan Pulau Bali yang seharusnya anda tahu dan ini semua hanyalah salah satu bagian keberagaman keindahan  alam Indonesia, yang saya dan anda cintai.


Bali, Surga yang "ada didunia".

Island Bali Indonesian Coast
http://wallpup.com/wp-content/uploads/2013/01/Island-Bali-Indonesian-Coast.jpg

http://www.indonesia.travel/public/media/images/upload/news/Bali%20BBC%20best.jpg

http://www.bali-hotels.co/wp-content/uploads/2013/10/hotel-beach-indonesian-1024x480.jpg

http://www.indoboom.com/wp-content/uploads/2012/08/rice-fields-terraces-bali-indonesia.jpg


http://backroads_web.s3.amazonaws.com/images/trips/2014/slideshows/BBLI-bali-biking.jpg

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipz-Kfi2FSKa5k1ZmaGD52Dtx0f2ScBg3A9V9NBaZUD4jx8x-MMhJE1sdo6ouYfx5M9Ip1IwJmL1esNgN-iD3Vx1bXpMnsBMcIpHCNKhuDpwgTXRJJf7eoa2P32V3IpNnsQpRZWskH5eZK/s1600/ubud+bali,+ubud,+indonesia,+bali+ubud,+nature.jpg



https://lh6.googleusercontent.com/-G9kRjQlO-wM/TXOyLqhkl_I/AAAAAAAAAPI/qtMNxXOJHHg/s1600/Pantai-Dreamland-Bali.jpg

http://www.travelandtourworld.com/wp-content/uploads/2013/08/bali-indonesia.jpg

http://www.asiaworldindonesia.com/wp-content/uploads/yootheme/widgetkit/slideshow/golf/bali/new-kuta-golf.jpg


Bali, adalah Pulau Dewata, dimana para Dewa dipuja dalam harmoni.

http://www.surftravel.com.au/Content/Images/Bali/Pura-Ulun-bali-Indonesia-Surf-main.jpg

http://www.prasannaholidays.com/wp-content/uploads/2014/05/Temple-Ceremony-in-Bali.jpg

http://us.123rf.com/450wm/cescassawin/cescassawin1311/cescassawin131101466/24010424-bali--18-oct-balinese-priest-and-people-in-traditional-dress-during-festival-ceremony-at-agung-besak.jpg


http://awesomeplacestovisit.net/wp-content/uploads/2013/05/Tanah-Lot-%E2%80%93-Bali-Indonesia.jpg

http://media.royalcaribbean.com/content/shared_assets/images/ports/hero/BOA_01.jpg


http://www.indonesia.travel/public/media/images/upload/news/Kecak%20dance,%20BALI,%20PHOTO%20BY%20EFENDY%20BONG.jpg

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/b/bd/Pura_Tirta_Empul,_Ubud,_Bali,_Indonesia.JPG

http://newyearseveblog.com/wp-content/uploads/2013/12/bali-nye.jpg


Di Bali, Pengunjung adalah raja.

http://www.indonesia.travel/public/media/images/upload/poi/_BAM0875%20DINNER%20IN%20BALI.jpg



http://static.guim.co.uk/sys-images/Guardian/Pix/pictures/2011/10/7/1317949164136/Kuta-beach-in-Bali-Indone-007.jpg


Di Bali anda bisa menjadi diri sendiri.

http://cdni.condenast.co.uk/646x430/a_c/Alila-Soori-Bali-PR_cnt_21may10_pr_b.jpg


http://www.thebalitravels.com/wp-content/uploads/2014/06/bali-vacation-spots.jpg

http://graduateland.com/media/lu/indonesia_1.jpg

http://aboutcheapholidays.com/wp-content/uploads/2014/04/Bali2.jpg

http://nurmilasari21.files.wordpress.com/2011/04/fun-surf-bali-beach.jpg

http://cdn.c.photoshelter.com/img-get/I00007kPcA2Y7ETs/s/750/750/Bali090065.jpg


Di Bali masih ada kehidupan tradisional yang dilestarikan.

http://cdn.c.photoshelter.com/img-get/I0000dqCcYfNE2RU/s/900/900/Indonesia-Bali-Jatiluwih-2410-Bali-new.jpg

Di Bali anda bebas berekspresi.

http://d.ibtimes.co.uk/en/full/405921/miss-world-2013-contestant-learns-traditional-fan-dance-indonesia-bali-contestants-are-taking.jpg


Di Bali wisata kuliner memiliki rasa yang dasyat !

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/67/Bali_cuisine.jpg


Terakhir khusus laki-laki lajang, gadis Bali sangat cantik !

http://images.travelpod.com/tripwow/photos/ta-00e8-4e34-8b19/bali-girls-denpasar-indonesia+1152_12980850417-tpfil02aw-11484.jpg


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipoO_zqzRUCYLqf3bdU_FyAl67tdvf-MhSWdlx5g862MB3Epdep2AgpLWsRbpDwqcz1lwvi8fUezzdg4dcFeR2kqgICWkGxvfmvKxnaDT0uju-NZITpPgww9gJTZW8nZ4WWMlOeLfuwUQ0/s320/bali-girl.jpg

http://fc09.deviantart.net/fs42/i/2010/311/a/1/balinese_girl_by_wiradikusuma-d225rsc.jpg

Cintailah Bali sebelum Ia di cintai bangsa lain !

Penulis : Yohanes Gitoyo, S Pd.